Tiga Difabel Berbagi Kisah Hidup di UNS, di Antaranya Pernah Mau Digugurkan saat di Kandungan

Tiga Difabel Berbagi Kisah Hidup di UNS, di Antaranya Pernah Mau Digugurkan saat di Kandungan

Nasional 0 Comment

, SOLO – “Saya buta sejak lahir, karena ibu saya mau menggugurkan ketika saya masih dalam kandungan, tapi saya tetap lahir tetapi dalam keadaan buta.”

“Saya juga sempat mau bunuh diri, tapi gagal, lalu saya mencoba untuk bangkit karena Tuhan pasti tidak salah dalam menciptakan makhluknya.”

Itulah cerita dari Priskilia Smith Jully  mengawali seminar Peningkatan Akses dan Akseptabilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Perguruan Tinggi yg di gelar di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis (7/12/2017).

Priskilia atau kerap dipanggil Priska bangkit dan kini malah bisa mendirikan sekolah gratis bagi orang-orang yg terpinggirkan sejak tahun 2006.

“Sekarang ada kurang lebih 100 murid di sekolah The School of Life ini,” kata wanita kelahiran 8 Mei 1978 ini.

Baca: Sebut Tiga Penyanyi Ini sebagai Diva, Krisdayanti Diprotes

The School of Life kini jadi rumah bagi puluhan penyandang disabilitas, orang terlantar, hingga penderita gangguan jiwa.

Priska mengatakan, perjuangan ia membuka “ rumah” bagi orang-orang terpinggirkan tersebut tidak mudah.

“Modal saya nekat, ya saya pikir yg saya lakukan adalah perbuatan mulia, jadi ya lakukan saja,” katanya.

Author

Back to Top