10 ASAL USUL Munculnya Nama INDONESIA yang HARUS KAMU KETAHUI

    0
    342

    Pengetahuan ini akan menambah rasa cintamu kepada Indonesia sendiri. Kapan muncul nama itu? Dan kapan pertama kali digunakan?

    Padahal, seperti yang dikutip dari goodnewsfromindonesia.org, mengenal sejarah bangsa itu penting. Apalagi sejarah nama bangsa dan negara kita. Ingat, Pramoedya Ananta Toer, sastrawan terkemuka Indonesia yang banyak menulis novel sejarah, pernah bilang: Kalau orang tak tahu sejarah bangsanya sendiri tanah airnya sendiri gampang jadi orang asing di antara bangsa sendiri.

    Sumber gambar berasal dari kerispatih.devianart.com

    kliklinkER langsung saja kita lihat sejarah munculnya nama Indonesia!#1 DITEMUKAN OLEH DUA ORANG INGGRIS Nama Indonesia pertamakali muncul di tahun 1850, di sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang terbit di Singapura. Penemunya adalah dua orang Inggris: James Richardson Logan dan George Samuel Windsor Earl. Saat itu, nama Hindianama wilayah kita saat itu sering tertukar dengan nama tempat lain. Karena itu, keduanya berpikir, daerah jajahan Belanda ini perlu diberi nama tersendiri. Earl mengusulkan dua nama: Indunesia atau Malayunesia. Earl sendiri memilih Malayunesia. Sedangkan Logan yang memilih nama Indunesia. Belakangan, Logan mengganti huruf u dari nama tersebut menjadi o. Jadilah: INDONESIA. Sumber gambar : nyunyu.com

    #2#2 DIPOPULERKAN OLEH ORANG JERMAN
    Adolf Bastian mempopulerkan nama Indonesia melalui bukunya, Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipelsdan Die Volkev des Ostl Asien. Bastian sendiri mengunjungi Indonesia empat kali. Di bukunya, Bastian menggunakan kata Indonesia untuk merujuk pulau besarJawa, Sumatera, Borneo (Kalimantan), Celebes (Sulawesi), Molukken (Maluku), Timor, hingga Floresdan gugusan pulau-pulau yang mengitari pulau tersebut.
    Sumber gambar : batarahutagalung.blogspot.com#2 DIPOPULERKAN OLEH ORANG JERMAN Adolf Bastian mempopulerkan nama Indonesia melalui bukunya, Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipelsdan Die Volkev des Ostl Asien. Bastian sendiri mengunjungi Indonesia empat kali. Di bukunya, Bastian menggunakan kata Indonesia untuk merujuk pulau besarJawa, Sumatera, Borneo (Kalimantan), Celebes (Sulawesi), Molukken (Maluku), Timor, hingga Floresdan gugusan pulau-pulau yang mengitari pulau tersebut. Sumber gambar : batarahutagalung.blogspot.com

    #3#3 NEDERLANDSCH-INDIE
    Penjajah Eropa, baik Belanda maupun Portugis, menamai negeri kita ini: India.
    Namun, agar tidak sama dengan nama India, maka ditambahi huruf H di depannya menjadi: Hindia.
    Di bawah penjajahan Belanda, negeri kita disebut Nederlandsch-Indie, yang berarti Hindia kepunyaan Belanda.
    Di bawah penjajahan Portugis, namanya Hindia kepunyaan Portugis. (Pramoedya Ananta Toer, Angkatan Muda Sekarang, 1999).
    Sumber gambar : en.numista.com#3 NEDERLANDSCH-INDIE Penjajah Eropa, baik Belanda maupun Portugis, menamai negeri kita ini: India. Namun, agar tidak sama dengan nama India, maka ditambahi huruf H di depannya menjadi: Hindia. Di bawah penjajahan Belanda, negeri kita disebut Nederlandsch-Indie, yang berarti Hindia kepunyaan Belanda. Di bawah penjajahan Portugis, namanya Hindia kepunyaan Portugis. (Pramoedya Ananta Toer, Angkatan Muda Sekarang, 1999). Sumber gambar : en.numista.com

    #4#4 INDONESISCHE PERSBUREAU
    Tahun 1913, Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hajar Dewantara mendirikan Kantor Berita untuk bumiputera di Den Haag, belanda.
    Namanya: Indonesische Persbureau, disingkat IP.
    Saat itu Ki Hajar sedang menjalani pembuangan di negeri Belanda akibat aktivitas politiknya di tanah air.
    Sumber gambar : id.wikipedia.org#4 INDONESISCHE PERSBUREAU Tahun 1913, Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hajar Dewantara mendirikan Kantor Berita untuk bumiputera di Den Haag, belanda. Namanya: Indonesische Persbureau, disingkat IP. Saat itu Ki Hajar sedang menjalani pembuangan di negeri Belanda akibat aktivitas politiknya di tanah air. Sumber gambar : id.wikipedia.org

    #5#5 INDISCHE PARTIJ
    Sebelumnya, di tahun 1912, Ki Hajar bersama dua kawannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangkukusumo, mendirikan partai politik bernama Indische Partij (IP).
    IP merupakan organisasi politik pertama yang terang-terangan memperjuangkan kemerdekaan Hindiaterpisah dari kolonialisme Belanda.
    Saat itu, IP mengusulkan agar nama negeri kita ini adalah Hindia.
    Slogan IP yang terkenal: Hindia untuk Hindia!
    Sayang, usulan IP ini kurang berterima luas di kalangan kaum pergerakan.
    Sumber gambar : sejarahkita.blogspot.com#5 INDISCHE PARTIJ Sebelumnya, di tahun 1912, Ki Hajar bersama dua kawannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangkukusumo, mendirikan partai politik bernama Indische Partij (IP). IP merupakan organisasi politik pertama yang terang-terangan memperjuangkan kemerdekaan Hindiaterpisah dari kolonialisme Belanda. Saat itu, IP mengusulkan agar nama negeri kita ini adalah Hindia. Slogan IP yang terkenal: Hindia untuk Hindia! Sayang, usulan IP ini kurang berterima luas di kalangan kaum pergerakan. Sumber gambar : sejarahkita.blogspot.com

    #6#6 PERHIMPUNAN INDONESIA
    Pada bulan Februari 1922, para pelajar Indonesia di negeri Belanda sepakat mengadopsi nama Indonesia.
    Mereka mengubah nama organisasinya dari Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging.
    Kemudian, di tahun 1924, koran organisasi ini, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.
    Setahun kemudian, giliran nama Indonesische Vereeniging resmi diubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).
    Sumber gambar : slideshare.net#6 PERHIMPUNAN INDONESIA Pada bulan Februari 1922, para pelajar Indonesia di negeri Belanda sepakat mengadopsi nama Indonesia. Mereka mengubah nama organisasinya dari Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging. Kemudian, di tahun 1924, koran organisasi ini, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka. Setahun kemudian, giliran nama Indonesische Vereeniging resmi diubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Sumber gambar : slideshare.net

    #7#7 PERSERIKATAN KOMUNIS HINDIA
    Di tanah air, organisasi politik yang pertama sekali menggunakan nama Indonesia adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Itu terjadi pada tahun 1924.
    PKI sendiri berdiri tanggal 23 Mei 1920, dengan nama Perserikatan Komunis Hindia.
    Baru pada bulan Juni l924, melalui sebuah Kongres di Weltevreden, Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia.
    Sumber gambar : en.wikipedia.org#7 PERSERIKATAN KOMUNIS HINDIA Di tanah air, organisasi politik yang pertama sekali menggunakan nama Indonesia adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Itu terjadi pada tahun 1924. PKI sendiri berdiri tanggal 23 Mei 1920, dengan nama Perserikatan Komunis Hindia. Baru pada bulan Juni l924, melalui sebuah Kongres di Weltevreden, Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia. Sumber gambar : en.wikipedia.org

    #8#8 PERSERIKATAN NASIONAL INDONESIA
    Pada tahun 1927, Soekarno bersama Tjipto Mangunkusumo serta kawan-kawannya di Algemene Studieclub mendirikan gerakan politik nasionalis bernama Perserikatan Nasional Indonesia (PNI).
    Setahun kemudian, Perserikatan Nasional Indonesia berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI).
    Soekarno dan PNI punya kontribusi besar dalam mempopulerkan nama Indonesia di kalangan rakyat jelata: petani, buruh, dan kaum melarat lainnya.
    Sumber gambar : id.wikipedia.org#8 PERSERIKATAN NASIONAL INDONESIA Pada tahun 1927, Soekarno bersama Tjipto Mangunkusumo serta kawan-kawannya di Algemene Studieclub mendirikan gerakan politik nasionalis bernama Perserikatan Nasional Indonesia (PNI). Setahun kemudian, Perserikatan Nasional Indonesia berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI). Soekarno dan PNI punya kontribusi besar dalam mempopulerkan nama Indonesia di kalangan rakyat jelata: petani, buruh, dan kaum melarat lainnya. Sumber gambar : id.wikipedia.org

    #9#9 INDONESIA RAYA
    Pada tahun 1928, Kongres Pemuda Indonesia ke-2 mengikrarkan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa: INDONESIA.
    Sejak itulah Indonesia sebagai nama dari sebuah negeri yang diperjuangkan makin berterima luas di kalangan kaum pergerakan dan rakyat banyak.
    Dua tahun sebelumnya, Wage Rudolf Supratman menciptakan lagu berjudul Indonees, Indonees, yang kemudian di tahun 1944 diubah menjadi Indonesia Raya.
    Lagu itu diperdengarkan tanpa lirik oleh WR Soepratman di Kongres Pemuda Indonesia ke-2 di gedung Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, tahun 1928.
    Sejak itulah cita-cita Indonesia Raya bergema di hampir semua pulau-pulau sepanjang Semenanjung Malaya hingga Papua.
    Tahun 1937, di Malaya (sekarang Malaysia), berdiri organisasi nasional bernama Kesatuan Melayu Muda (KMM).
    Dalam programnya, KMM menyatakan ingin mempersatukan Malaya ke dalam satu ikatan dengan Indonesia Raya.
    Sumber gambar : kampusupdate.com#9 INDONESIA RAYA Pada tahun 1928, Kongres Pemuda Indonesia ke-2 mengikrarkan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa: INDONESIA. Sejak itulah Indonesia sebagai nama dari sebuah negeri yang diperjuangkan makin berterima luas di kalangan kaum pergerakan dan rakyat banyak. Dua tahun sebelumnya, Wage Rudolf Supratman menciptakan lagu berjudul Indonees, Indonees, yang kemudian di tahun 1944 diubah menjadi Indonesia Raya. Lagu itu diperdengarkan tanpa lirik oleh WR Soepratman di Kongres Pemuda Indonesia ke-2 di gedung Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, tahun 1928. Sejak itulah cita-cita Indonesia Raya bergema di hampir semua pulau-pulau sepanjang Semenanjung Malaya hingga Papua. Tahun 1937, di Malaya (sekarang Malaysia), berdiri organisasi nasional bernama Kesatuan Melayu Muda (KMM). Dalam programnya, KMM menyatakan ingin mempersatukan Malaya ke dalam satu ikatan dengan Indonesia Raya. Sumber gambar : kampusupdate.com

    #10#10 PRAMOEDYA ANANTA TOER
    Pramoedya Ananta Toer kurang setuju dengan nama Indonesia.
    Menurutnya, penggunaan nama itu kurang politis dan ahistoris. Kata Pram, Indonesia berarti kepulauan India; belum keluar dari cara kolonialis menamai negeri kita.
    Pram sendiri mengusulkan dua nama yang dilahirkan oleh sejarah bangsa ini, yaitu Nusantara dan Dipantara. Nusantara muncul semasa dengan Majapahit, yang berarti: kepulauan Antara (dua benua). Sedangkan Dipantara muncul di era Singasari, yang berarti: Benteng Antara (dua benua).
    Sumber gambar : decungkringo.wordpress.com#10 PRAMOEDYA ANANTA TOER Pramoedya Ananta Toer kurang setuju dengan nama Indonesia. Menurutnya, penggunaan nama itu kurang politis dan ahistoris. Kata Pram, Indonesia berarti kepulauan India; belum keluar dari cara kolonialis menamai negeri kita. Pram sendiri mengusulkan dua nama yang dilahirkan oleh sejarah bangsa ini, yaitu Nusantara dan Dipantara. Nusantara muncul semasa dengan Majapahit, yang berarti: kepulauan Antara (dua benua). Sedangkan Dipantara muncul di era Singasari, yang berarti: Benteng Antara (dua benua). Sumber gambar : decungkringo.wordpress.com