Kembali Kumuh, Jokowi Tak Lagi Berani Ajak Tamu Kenegaraan ke Pasar Tanah Abang

0
83

viralbanget.COM, JAKARTA – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut Presiden Joko Widodo tidak lagi berani mengajak tamu kenegaraan ke pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hal itu lantaran kondisi pasar Tanah Abang ketika ini kembali menjadi kumuh. Ditambah, kekhawatiran sang Presiden bila kedatangannya malah menambah ruwet kemacetan yg terjadi disana.

Padahal sebelumnya Jokowi beberapa kali mengajak tamu kenegaraan untuk datang dan berbelanja di pusat grosir tekstil terbesar se-Asia Tenggara itu.

“Sekarang Presiden nggak berani karena kekumuhan itu terjadi, dan dia juga kalau masuk ke situ akhirnya menghambat dan kemacetan di mana-mana,” kata Prasetyo di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).

Baca: Belum Diresmikan, Pembangunan Skybridge Tanah Abang Ternyata Belum Sepakati 5 Hal Ini dengan PT KAI

Atas pertimbangan itu, Prasetyo meminta kepada Pemprov DKI agar benar-benar memperhatikan dan menaruh konsentrasinya dipenataan kawasan yg menjadi salah satu ikon di Ibu Kota bahkan Indonesia tersebut.

“Di situ sekarang jadi tempat kumuh lagi. Jadi saya minta konsentrasi sekali di daerah Jakarta Pusat, karena pasar Tanah Abang ikon Indonesia, dan UMKM,” terangnya.

Baca: 5 Kejadian Aneh di Kediaman Soeharto Dibongkar Penjaga Rumah: Gamelan Bunyi Sendiri Jam 2 Dini Hari

Permasalahan lainnya yg masih ada dikawasan tanah abang ialah pembangunan Skybridge, dimana Prasetyo menilai dapat menimbulkan permasalahan baru.

Prasetyo mempertanyakan soal konsep Skybridge Tanah Abang bagi para pedagang. Sebab dia khawatir bila pedagang yg ketika ini berjualan dibawah, lalu dipindahkan ke bagian atas, maka kekosongan di bagian bawah khawatir bakal menjadi tempat kumuh yg dipenuhi oleh para pedagang.

Baca: Muncul Kabar Reino Barack Dekati Artis Ini, Luna Maya: Syahrini Enggak Mungkin Kayak Gitu

Satpol PP juga tidak bisa selalu menertibkan mereka yg terus membandel jajakan barang dagangannya dibawah Skybridge.

“Sky bridge nanti kan mereka di atas, bagaimana yg di bawah? Apakah yg di bawah setelah ditertibkan satpol PP mungkin apalah bentuknya dia disuruh ke atas? apakah yg di bawah tidak ada?,” pungkasnya.