Ketua BPN Djoko Santoso Sebut Ahmad Dhani dan Buni Yani sebagai Korban Perang

0
92

“Berjuang bisa pakai tenaga, tapi kalau gak bisa, pakai pikiran dan juga bisa pakai doa.”

Diberitakan sebelumnya, seratus orang lebih tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pusat dan daerah di Jawa Tengah (Jateng) selesai menggelar rapat konsolidasi dan koordinasi, Jumat (8/2/2019).

Rapat yg dipimpin Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso d Lorin Solo Hotel, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar diketahui menghasilkan beberapa keputusan.

Dalam keterangannya ketika konferensi pers, Djoko Santoso menekankan, salah satu rekomendasi yg diputuskan dalam rapat yg dihadiri seratus lebih tokoh, agar ke depan tidak membuat gaduh.

“Rekomendasi paling penting jangan bikin gaduh, jangan salah, jangan bertengkar, itu saja,” katanya dengan tegas.

• Rapat di Solo, BPN Prabowo-Sandi Kritik Penegakan Hukum Tajam kepada Lawan Tapi Ramah kepada Kawan

Mantan Panglima TNI itu memaparkan, dalam pembahasan melalui rapat konsolidasi dan koordinasi yg dihadiri juga cawapres 02 Sandiaga S Uno, menjaring formula dari para tokoh di daerah-daerah di Jateng.

“Rapat koordinasi, apike piye (enaknya gimana) kan gitu,” paparnya.

Namun menanggapi pola kempanye capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yg tampak menyerang, Djoko menanggapi santai.

“Dalam kampanye ada offensif, biasa,” aku dia.

“Mau menyerang dalam kampanye, biasa saja, kan kita sesungguhnya demokrasi liberal,” katanya menegaskan.