Kronologi Suami Diduga Bunuh Istri di Palembang, Anak Korban Sejak Pagi Menangis

0
46

Dari pantauan viralbanget.com rumah korban terlihat sangat sederhana. Rumah ini berdinding sebagian kayu dan beton.

Terlihat di depan rumah korban ada gerobak pempek panggang yg dulu dipakai Ebit mencari nafkah.

Marni (50 tahun), tetangga korban mengaku terkejut dengan kabar tersebut. Ia mengenal korban sebagai sosok yg baik.

“Gak menyangka mbak, karena selama ini kenal korban orangnya baik dan suka bergaul dengan tetangga,” jelasnya.

Ditambahkan sepupu korban, Anna (42 tahun), yg mengaku sering mendengar dari keluarga kalau korban sering ribut dengan suaminya.

“Ya memang sering dengar dari adiknya ribut-ribut saja,” ujarnya.

Febrianto dan Linda semasa hidup
Febrianto dan Linda semasa hidup (IST)

“Suaminyo tu galak marah-marahi bininyo (suka marah). Dak tau masalah apo yg jelas memang kalau dari pengakuan adiknyo yg deket rumah sering ribut,” katanya.

Diketahui, hampir dua minggu terakhir korban dan suami sering cek cok.

“Dua minggu ini sering cek cok. Tapi si korban ni jarang cerita,” ungkapnya.

Kata Anna, Linda merupakan sosok orang yg baik dan juga sangat sabar.

“Korban ni jarang juga cerita, orangnya tertutup jadi kami tidak tahu ada masalah apa dengan keluarga mereka,” jelasnya.

Bahkan sebelum kejadian, diSabtu (9/2/2019) malam ketika itu Linda, suami dan ketiga anaknya menghadiri acara ulang tahun sepupunya yg berada di sebelah rumah.

“Semalam sebelum kejadian mereka itu datang ke acara dirumah orang tuanya ada ulang tahun keponakan. Ya, biasa-biasanya bae mereka kayak dak ada masalah. Kami juga terkejut mendengar kejadian ini,” ungkap dia.

Warga Dengar Teriakan

Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB warga yg tinggal di Kemang Manis Palembang sempat mendengar teriakan korban Linda Fitria (38).

Seorang saksi bernama Suhaimi (61 tahun) yg merupakan ketua RW setempat sempat bertanya kepada M. Syarif (60), orangtua korban, mengenai teriakan tersebut.

Namun karena kondisi sudah malam, Syarif mengaku tidak mendengar teriakan tersebut.

“Saya pikir teriakan biasa jadi kami tidak mengecek lagi.”

“Karena memang posisinya tidak ada yg mencurigakan,” ujar Suhaimi, Minggu (10/2/2019).

Sekitar pukul 7 pagi, Syarif mendapat telpon dari seseorang bernama Deddi yg mengatakan anak menantunya tersebut meninggalkan motor diatas jembatan dan melompat ke sungai.

“Dari situ aku nak ngabari korban, cuma waktu sampai rumahnya ternyata korban sudah meninggal dengan Luka tusuk sajam.” Ungkap Syarif yg tinggal bersebelahan rumah.

“Dua tahun ini memang keduanya sering tengkar karena masalah ekonomi,” jelasnya.

Diduga, korban merupakan korban pembunuhan oleh suaminya.

Saat ini jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Sang suami atas bernama Febrianto dikabarkan mengjilang sejak pagi Hari.

Febrianto diduga bunuh diri dengan melompat ke sungai Musi, sebab motor miliknya sempat ditemukan di atas Jembatan Kertapati.

Pihak Kepolisian Polsek IB 2 sudah mendatagi lokasi dan membawa mayat perempuan tersebut ke rumah sakit Bhayangkara Palembang.

Kapolsek IB II Kompol Agus melalui Kanit Reskrim Ipda Hermansyah membenarkan terjadinya pembunuhan di Jalan Sepakat, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan IB II, Sabtu (9/2), sekitar pukul 20.30 Wib.

“Diduga cemburu, sehingga terjadi percekcokan yg mengakibatkan suami menghabisi istrinya dengan 20 tusukan di tubuhnya,” ujarnya.

Dikatakan Hermansyah, kejadiannya malam hari dan baru diketahui tadi pagi, dan ketika ini mayat korban masih berada di RS Bhayangkara.

“Untuk suaminya di duga terjun dari Jembatan Kertapati, dan ketika ini belum di temukan,” jelasnya.