Siswa SD Kelas 6 di Probolinggo Ditangkap Polisi Karena Hamili Siswi SMA, Ini Kronologinya

0
44

“Korban sempat meronta dan menolak. Tapi, apa daya, korban pun tidak bisa melawan n4f5u tersangka yg sudah diujung kepala. Akhirnya, keduanya pun berhubungan in**m di sana,” tambahnya.

Setelah berhubungan dengan MWS, lanjut Riyanto, MMH juga mengajak korban untuk berhubungan.

Kejadiannya, bermula ketika rumah tersangka MMH sepi, karena orang tuanya sedang keluar.

“Selanjutnya, MMH memaksa korban untuk membuka bajunya dan diajak untuk berhubungan. Lagi – lagi, korban menolak. Tapi tersangka ini ternyata juga punya jurus jitu dan berhasil.merayu korbannya. Tersangka tidak mengancam beda dengan sepupunya tadi, MMH hanya berjanji bakal menikahi korban jika hamil,” jelasnya.

Akhirnya dari janji itu, korban luluh dalam rayuan MMH dan memutuskan untuk berhubungan in**m walaupun terpaksa.

“Akhirnya, sampai dua kali pengakuan tersangka MMH ini menyetubuhi korban. Kami bakal mengembangkan kasus ini. Termasuk memeriksa itu anaknya siapa. Ini perlu tes DNA, dan kasus ini bakal kami lanjutkan ke tahap selanjutnya,” pungkas Riyanto.

Dilansir dari Gridhot.ID dari Kompas.com Senin (15/4/2019), peristiwa asusila ini terjadi di2 April 2018, sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut keterangan Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniayanto mengatakan korban merupakan keponakan ibu MMH.

Sejak korban berusia 5 tahun, ia sudah tinggal bersama keluarga MWS.

Dua pelaku yg masih di bawah umur terjerat pasal 76 D Jo pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Namun, pihak kepolisian bakal berkoordinasi dengan kejaksaan karena pelaku masih di bawah umur.(*)