TERUNGKAP Luhut yang Bisiki Jokowi soal Perwira TNI Masuk Kementerian, Sebut 500 Kolonel Menganggur

0
55

TERUNGKAP Luhut yg Bisiki Jokowi soal Perwira TNI Masuk Kementerian, Sebut 500 Kolonel Menganggur 

viralbanget – Keputusan Jokowi untuk menempatkan perwira TNI di kementerian dan lembaga negara mendapat kritik tajam dari pegiat hak azasi manusia dan demokrasi.

Manajer Kampanye Amnesty International Indonesia Puri Kencana Putri menilai, rencana ini tidak sesuai dengan semangat reformasi yg sudah menghapus dwifungsi ABRI.

“Saya pikir ini sangat gegabah, sangat anti semangat reformasi, sangat anti dari semangat akuntabilitas TNI. Ini mencederai penghapusan dwifungsi ABRI di1998,” kata Puri kepada Kompas.com, Jumat (8/2/2019).

Puri menilai, urgensi untuk mengembalikan lagi tentara dari barak ke mekanisme sipil politik sebagaimana yg terjadi dipenggunaan operasionalisasi dwifungsi ABRI, sudah tidak relevan.

Baca: Detik-detik Ashanty Buka-bukaan Sindir Anang ketika Konferensi Pers hingga Khawatir Berantem di Rumah

Baca: Seniman Uighur Abdurehim Heyit Dikabarkan Tewas Disiksa di Kamp Detensi China, Turki Bereaksi Keras

Jika alasannya karena banyak perwira TNI yg tidak mendapat jabatan, menurut dia, hal itu bisa diatasi dengan mempensiunkan perwira-perwira senior.

“Kalau mau dikaryakan (ditempatkan di kementerian/lembaga), dipensiunkan saja dulu. Jangan kemudian dia punya dualisme identitas. Masih berstatus TNI aktif, tapi dikaryakan. Enggak bisa dong,” kata Puri.

Puri menilai, lebih baik TNI fokus terlebih dulu membenahi masalah-masalah internalnya sebelum mencoba masuk ke lembaga sipil.

Ia mencontohkan, peran peradilan militer yg sampai ketika ini tidak bekerja maksimal dalam mengadili oknum TNI pelanggar hukum.

“Harusnya benahi saja dulu peradilan militer. Jangan sampai kasus (penyerangan lapas) Cebongan terjadi lagi. Jangan sampai penyerangan Polsek Ciracas terjadi lagi,” kata dia.